AADX : Xorg Boros Prosesor di Hardy

Ini salah satu kekecawaan saya pada Daryna saya yang telah menjadi Hardy. Sewaktu masih di Daryna (Linux Mint 4.0), prosesor saya normalnya pada kondisi idle hanya menghabiskan 5 – 8% resource prosesor. Tetapi sekarang setelah upgrade ke Hardy, prosesor saya (Intel Core Duo 1,66 Ghz) terpakai 25 – 36% dalam kondisi idle..! Dan setelah dilihat dengan command “top”, ternyata aplikasi Xorg lah biang keladinya.

AADX (Ada Apa Dengan Xorg)?
Tidak berjodohkah Daryna dengan Hardy? Lalu apakah Konde (BlankOn 2.0) juga tidak berjodoh dengan Hardy? Apakah memang hati Hardy hanya untuk Feisty? Jawab…!! Jawab.. ! Daryna butuh kepastian darimu.. Atau harus kupecahkan saja gelasnya, biar ramai (terus disuruh bayar di kasir??!).. *halah.. mulai gak nyambung lagi nih..

Aku, Linux dan Kawin Cerai

Aku, Linux, dan Kawin CeraiSekitar libur Lebaran, aku cerai dengan Feisty, terus kawin dengan Gutsy. Ternyata rumah tangga kami tidak harmonis.., seringkali terjadi cekcok sebelum kami bisa “bercinta”. Akhirnya, terpaksa aku ceraikan juga si Gutsy. Aku cari pasangan yang emosinya lebih stabil, terbukti tangguh. Akhirnya pacaran dengan Debian, sampai akhirnya nikah dengan Debian.

Ternyata Debian ini terlalu tua untukku. Banyak “sifat – sifat”-ku yang belum dikenali oleh si Debian. Akhirnya aku kawin dengan adiknya yang lebih muda, Lenny namanya. Rumah tangga kami berjalan mulus untuk beberapa saat, sampai akhirnya aku khilaf dan selingkuh dengan si Unstable dari keluarga Debian juga. Akhirnya rusaklah hubungan kami.

Sadar aku khilaf, akhirnya aku mulai lagi hubunganku dari awal dengan Lenny. Mungkin udah keburu sakit hati, di tahap kedua ini Lenny justru seringkali gagal memahami beberapa “sifat”-ku. Saat sifatku yang satu dia “pahami”. Sifatku yang lain tidak dikenalinya. Puffhh.., saatnya cari istri baru sepertinya. Aku belum mau menyerah membina rumah tangga. Continue reading →

Testimony Ubuntu 7.10 Gutsy Gibbon [3] – Pindah Debian 4.0

Logo DebianAkhirnya.., memantapkan langkah untuk pindah ke Debian 4.0 (Etch), dan diupgrade ke Lenny (Testing). Semalaman berkutat dengan instalasi Debian dan paket – paket lain yang biasanya aku butuhin di Ubuntu.

Beberapa proses berjalan gagal. Seperti install OpenOffice, tetapi akhirnya berhasil diatasi. Untuk menginstall OpenOffice membutuhkan paket ttf-opensymbol. Error di /usr/share/fonts. Gagal untuk membuat file cache di direktori tersebut. Bisa diatasi dengan “menyentuh” semua direktori font tersebut : “touch /usr/share/fonts”.

Oh iya, ini bukan pertama kalinya aku install Lenny. Sebelum Feisty keluar aku sudah coba pakai Etch, juga Lenny. Tetapi ada beberapa masalah yang bikin aku cukup jengah : driver wireless defaultnya tidak ada, harus download manual dulu, dan yang kedua jack out speaker notebukku (Compaq v3000) tidak berfungsi, sementara di Feisty keduanya bisa berfungsi, walaupun untuk soundcard tidak sempurna.

Di Ubuntu berikutnya, Gutsy, soundcardku akhirnya bekerja sempurna. Tetapi ini harus dibayar mahal dengan error yang aku dapat di Gutsy (baca postingan sebelum ini).

Berhubung di Ubuntu aku sudah tahu paket apa aja yang dibutuhkan agar hardware ku bisa berjalan baik, akhirnya sekarang pindah lagi ke Debian. Driver soundcardku ternyata baru tersedia di Debian Testing (Debian punya tingkatan Stable, Testing, Unstable, dan Experimental, untuk tingkat Testing, saat ini diberi nama Lenny). Jadi akhirnya Debiannya ku upgrade ke Testing. Prosesnya berjalan baik. Dan akhirnya, soundcardku pun berjalan sempurna di Debian.

Tetapi masalah tidak habis disitu. Continue reading →

Testimoni Ubuntu 7.10 Gutsy Gibbon [2]

UbuntuSetelah beberapa waktu menggunakan Ubuntu 7.10 Gutsy Gibbon di Compaq V3000 ku, sekarang mulai kelihatan masalah – masalahnya. Diantaranya :

  1. Setelah booting, sebelum masuk ke GUI (sebelum Gnome Display Manager – GDM – keluar), laptopku hang. Enggak bisa diapa – apain. Masuk ke mode teks (Ctrl+Alt+F2) juga gak bisa. Terpaksa tekan tombol sakti.. (tekan tombol power, tahan 5 detikan). Akhirnya mati dengan terpaksa. Lama – lama bisa jebol dong hardisku.
  2. Nautilus (File browser di GNOME) sering kali gagal me-list data – data didalam home folderku. Kadang loading cukup lama sampai akhirnya muncul, tetapi kadang hanya loading dan tak pernah selesai. Akhirnya processorku kerja 100% deh (untung core duo, jadi satunya masih bisa dipake).
  3. Ketika laptop menyala dibiarkan lama, Continue reading →

gOS – Google Operating System kah?

gOSMemang sistem operasi ini lebih diarahkan ke web application. Secara default sistem operasi ini menyertakan launcher ke web – web ternama (dan kebanyakan Google) : GMail, YouTube, Google, Google Docs, Orkut, Wikipedia, dll. Tetapi ini memang bukan Google Operating System, yang konon misterius tersebut.

gOS adalah sistem operasi berbasis Ubuntu Linux 7.10 Gutsy Gibbon. Perbedaannya sama seperti Linux Mint, hanya pada pemaketan software – softwarenya. Sayang, sampe tulisan ini dibuat, situs gOS masih belum beres. Tapi anda sudah bisa mendownload file .iso nya gOS di webnya.

Dock Menu Avant Window Navigator untuk Ubuntu 7.10 Gutsy

Sedikit menyambung tulisan di bawah. Akhirnya saya menemukan cara yang “lebih manusiawi” untuk menginstall Dock Avant Window Navigator. Detailnya ada disini (Ubuntuforums.org). Berikut screenshoot aplikasi ini berjalan di notebook Compaq V3000 :

Avant Window Navigator

Screenshoot di atas menunjukkan ketika “applet start menu” AWN dijalankan. Sementara untuk AWN nya sendiri screenshootnya seperti ini :

Avant Window Navigator

Beberapa kelebihan AWN :

  1. Dianggap sebagai panel, sehingga ketika window aplikasi kita di maximize, AWN tidak tertutup. (baca tulisan saya sebelum ini).
  2. Application launcher (icon yang diklik langsung menjalankan program yang kita inginkan) -nya mudah ditambahkan. Tinggal drag and drop dari stat menu.
  3. Ringan
  4. Indah.. 🙂
  5. Mudah di costumize
  6. Mirip dengan Dock nya Mac 😀

Desktop Ubuntu 7.10 Gutsy (Mac OS X Style dengan Avant Window Navigator)

Ubuntu Gutsy 7.10 - Okto SilabanSekadar pamer desktop Ubuntu di notebook ku, ini menggunakan Icon T-Ish. Style nya, beserta tutorial ambil dari situsnya Taimila (Linux desktop imitating OSX | Lauri Taimila). Font nya pake punya Apple, download langsung di situsnya Apple.com. (klik gambar untuk memperbesar).

Beberapa modifikasi juga saya lakukan untuk mencapai tampilan seperti ini. Karena tidak semuanya cocok pada semua kondisi. Jadi mungkin hasilnya akan berbeda dengan apa yang diimplementasikan di situsnya Taimila.

Untuk Dock dibawah, saya menggunakan Avant Window Navigator. Memang tersedia beberapa pilihan lain, seperti DocX, amadou atau gDesklets. Hasilnya pun sangat mirip. Tetapi dari segi fungsi semuanya masih kalah dengan Avant Window Navigator.

Dengan gDesklets dock nya memang bagus, dan mudah dikonfigurasi, begitu juga Dock – dock yang lain. Tetapi kesemuanya sama – sama akan akan tertutup jika kita membuka suatu aplikasi dengan window mazimize. Jadi jika anda membuka Firefox, kemudian memaximize ukurannya, maka dock tersebut akan tertutup. Jadi apa gunanya dong dock (sebagai application launcher) kalau kita tidak bisa me-launch aplikasi dari situ.

Disinilah keunggulan Avant Window Navigator. Dia bisa diset sebagai panel, sehingga walaupun ukuran window kita maximize, tidak akan menutupi Avant Window Navigator. Ini baru bener dock application launcher.

Catatan : Continue reading →

Testimoni Ubuntu 7.10 Gutsy Gibbon

UbuntuSetelah berjuang burn ke CD sampai 3 kali, akhirnya berhasil juga diinstall Ubuntu Gutsy ini. Bayangkan, download image Ubuntu (versi alternate – text mode) nya cuma butuh waktu 10 menitan. Eh, proses burn + coba installnya malah 1 jam lebih. Keren gak tuh.. 🙁

Beberapa hal yang patut dicermati (di notebook ku – Compaq Presario V3103) :

1. Visual Effects

Kesan pertama setelah install : “Eh.., apa nih.., ohh.. Compiz nya secara default aktif.. Hmm.., berarti Ubuntu berani menjamin di sebagian besar PC/Notebook fitur ini bisa berjalan yah..”

Kemudian coba cari setingan buat tampilan Ubuntunya.. Ternyata letakknya bukan di System – Preferences – Theme seperti di Feisty, tetapi di “System – Preferences – Appearance“. Dan di dalam menu ini lah konfigurasi “Theme, Wallpaper, Fonts, Inteface, dan Visual Effects” diletakkan. Oh iya Visual Effects disini cuma menyediakan 3 opsi : None, Normal, Extra. Sementara untuk konfigurasi detail dari efeknya masih belum tahu nih.

Aku sendiri pake yang mode Extra, tetapi efek sampingnya, kadang – kadang rasanya efek ini malah mengganggu. Ketika anda akan memindahkan window ke atas, justru malah keluar efek “wooble”. Wekss..

2. Bluetooth Continue reading →