
Lalu sekitar 12 tahun lalu, saya juga rutin lari (selain nge-gym). Kalau ini memang niat. Karena berat badan sudah sangat berlebih, dan sudah semakin tidak sehat. Ini berjalan selama lebih dari 3 tahun. Sampai akhirnya saya terpaksa berhenti karena kecelakaan kecil, yang membuat gangguan di kaki saya. Sebenarnya sembuh sih dalam beberapa bulan, tapi selain karena tidak ada waktu (waktu kerja bagai kuda), saya juga takut sakit di kaki saya kumat lagi.
Tahun lalu saya coba lari sebentar, lalu kaki saya yang dulu sakit nyut-nyutan beberapa malam. Sempat saya kira memang sudah tidak bisa lagi lari.
Beberapa bulan lalu, sepakat sama istri beli treadmill untuk latihan jalan aja di rumah. Karena waktu itu sering hujan, jadi rutinitas jalan pagi kami terganggu. Lalu saya cobalah berlari di treadmil beberapa kali. Mungkin karena kecepatan yang stabil, dan media tapaknya juga stabil, ternyata tidak ada sakit sama sekali.
Lalu saya coba kembali berlari di luar ruang, mengitari sekitar komplek rumah. Nyaman-nyaman saja. Jadilah saya mulai lari lagi rutin. Ini selain juga memang ritme waktu kerja yang sudah berubah jauh. Lebih quality of life lah kalau kata orang.
Tapi, ada satu hal signifikan yang saya rasa jauh lebih asyik sekarang. 12 tahun lalu waktu saya rutin lari, saya kenal HIIT, dan beberapa tips-tips lari. Namun saat itu masalahnya adalah trackingnya. Tidak ada alat (yang terjangkau) untuk mencatat denyut jantung, pace, elevasi, langkah, dll. Ada sih beberapa aplikasi di smartphone, tapi itu pun terbatas. Dan jujur saja, ngecek hape sambil lari itu ribet.
Nah sekarang, dengan adanya smartwatch, bahkan yang harganya cukup terjangkau (punya saya harganya gak sampai Rp400 ribu), tracking lari jadi sangat mudah dan menyenangkan. Saya jadi bisa tracking dengan mudah. Operasionalnya juga mudah.
Soal akurasi mungkin tidak tinggi (saya gak tau juga). Tapi yang penting saya bisa lihat trendnya. Waktu tempuh dibanding jarak apakah membaik. Heart rate dengan kecepatan dan jarak yang naik apakah membaik, dst. Jauh lebih menyenangkan.
Dulu saya merasa smartwatch itu benda yang berlebihan. Karena saya justru matikan semua fitur notifikasi, cuaca, dll. Makanya dulu saya beli yang “murah” aja beberapa tahun lalu. Cuma iseng aja. Tapi baru tahu manfaatnya memang kalau udah rutin olahraga. Lari jadi makin asyik setelah 12 tahun lebih.