IndosiarKalau di TVRI ada yang namanya TVRI Lokal, seperti TVRI Jambi, TVRI Jogja, dll. Nah kali ini nampaknya Indosiar mencium peluang bisnis yang bagus dengan model siaran seperti ini.

Beberapa waktu lalu saat nonton film di Indosiar, tiba – tiba muncul newsticker (teks berjalan di bagian bawah layar TV). Tulisannya berbunyi kurang lebih : “Sesaat lagi saluran ini akan berpindah ke saluran lokal”. Aku dan temenku awalnya tidak mengerti maksudnya apa.

Tadi pagi setelah berkeliling – keliling Jogja melihat sisa – sisa perayaan Tahun Baru, aku menghidupkan TV tunner untuk melihat berita. Saat itu aku membuka saluran Indosiar. Aku bingung kok seluruh berita dan acara – acaranya seputar Jogja saja. Dan di bawah logo Indosiar pun tertera teks Yogyakarta. Ternyata ini adalah saluran Indosiar lokal Yogyakarta. Wow.. suatu hal yang baru nih.

Secara umum bentuk desainnya terkesan masih copy paste dari Indosiar nasional (ya jelaslah.., memang sama – samaIndosiar kok). Tetapi untuk kualitas acara, aku rasa masih kalah dengan Jogja TV. Masih “kurang Jogja”.

Saya tidak tahu apakah RCTI, Trans Corp, ANTV, dll membuka saluran lokal juga di daerah lain. Tetapi yang jelas ini membuktikan bahwa potensi TV lokal sangat besar. Kebetulan kesempatan ini tidak dimanfaatkan dengan baik oleh pemain lokal, maka TV Nasional yang mengisinya. Saya katakan tidak dimanfaatkan dengan baik, dengan melihat Tugu TV yang akhirnya tutup, kemudian RBTV yang kualitasnya tidak pernah membaik. Untungnya masih ada Jogja TV yang saya nilai perkembangannya cukup baik. Bahkan beberapa acaranya sudah melekat di benak warga Jogja.

Kalau stasiun TV Lokal tidak segera berbenah.., bukan tidak mungkin mereka akan mati dengan sendirinya. Di Jogja sendiri sedang ada persiapan statsiun TV Lokal baru, bernama Malioboro TV. Di Jambi pun saat ini sedang dipersiapkan Jambi TV.