Tag: linux mint

LinuxMint Dukung Palestina

Clement LefebvreClement Lefebvre, founder distro LinuxMint baru saja mengeluarkan statemen yang mengundang banyak perhatian komunitas Linux. Dalam tulisannya di Blog LinuxMint dengan tegas dia menyatakan bahwa dia mendukung Palestina. Dan dia menambahkan dua statement ini :

I’m only going to ask for one thing here. If you do not agree I kindly ask you not to use Linux Mint and not to donate money to it.”

“I don’t want any money or help coming from Israel or people who support the action of their current government.”

Terlepas dari pandangan politik yang mendukung ataupun menolak tindakan terhadap Palestina, banyak aktivis opensource yang tidak setuju dengan tulisan Clement ini. Bukan karena pandangan politiknya, tetapi karena dia menuliskannya bukan pada tempatnya. Menurut mereka opini politik pribadi tidak seharusnya dimasukkan di dalam sebuah karya bersama dari komunitas opensource, terlepas dari kenyataan bahwa kontribusi terbesar tetap dari dia. Tentu saja ada sebagian juga yang setuju. Menurut mereka Clement adalah satu dari sedikit orang yang berani mengutarakan pendapatnya dengan jujur.

[UPDATE] Tulisan di Blog LinuxMint sudah dihapus, dan akhirnya dipindah ke blog pribadi Clement Lefebvre – Thanx infonya om Vavai.. 🙂

AADX : Xorg Boros Prosesor di Hardy

Ini salah satu kekecawaan saya pada Daryna saya yang telah menjadi Hardy. Sewaktu masih di Daryna (Linux Mint 4.0), prosesor saya normalnya pada kondisi idle hanya menghabiskan 5 – 8% resource prosesor. Tetapi sekarang setelah upgrade ke Hardy, prosesor saya (Intel Core Duo 1,66 Ghz) terpakai 25 – 36% dalam kondisi idle..! Dan setelah dilihat dengan command “top”, ternyata aplikasi Xorg lah biang keladinya.

AADX (Ada Apa Dengan Xorg)?
Tidak berjodohkah Daryna dengan Hardy? Lalu apakah Konde (BlankOn 2.0) juga tidak berjodoh dengan Hardy? Apakah memang hati Hardy hanya untuk Feisty? Jawab…!! Jawab.. ! Daryna butuh kepastian darimu.. Atau harus kupecahkan saja gelasnya, biar ramai (terus disuruh bayar di kasir??!).. *halah.. mulai gak nyambung lagi nih..

Menyambung Hardy dari Daryna

Sebelum ini saya pakai Linux Mint 4.0 (Daryna).. *Jadi inget tentang kawin cerai saya sebelum menikah dengan Daryna dulu..

Seperti biasa, saya selalu tidak sabar ketika muncul rilis baru dari Ubuntu (& Debian). Dan kebetulan Ubuntu pun baru saja menelorkan versi 8.04 nya, yang bernama Hardy Heron. Yang jadi masalah, adalah saya ingin mencicipi Hardy, tanpa harus fresh install.. Sementara saya sendiri sekarang pakai Linux Mint Daryna (= Ubuntu + Multimedia). Jadi simpelnya saya ingin mengupgrade Linux Mint 4.0 Daryna di notbuk ku ke Ubuntu Hardy Heron, secara langsung.. tanpa fresh install..

Akhirnya nekat sajalah.., lakukan tiga langkah mujarab ini :

1. sudo apt-get update

2. sudo apt-get upgrade (yang di repo gutsy diupgrade dulu)

2. sudo pico /etc/apt/sources.list

3. Ctrl+w  (cari teks di Pico / Nano), isi dengan gutsy, Ctrl+r (replace teks), isi dengan hardy

4. Ctrl+o, Ctrl+x

5. sudo apt-get update

6. sudo apt-get dist-upgrade

Dalam waktu sekitar 45 menit (disambi download iso Ubuntu alternate buat jaga – jaga), semua paket selesai didownload.. (45 menit buat upgrade semua paket + download 1 buah ISO images itu tergolong cepat kan ya? Soalnya aku dapet kecepatan akses ke kambing.ui.edu naik turun antara 150kB/s – 900kB/s ! He…he..he mumpung masih mahasiswa manfaatin fasilitas kampus UGM tercinta ini..)

Proses instalasi paket *deb yang ada di cache nya APT berjalan sekitar kurang lebih 2 menit, sebelum akhirnya notbuk ini harus mati suri karena habisnya batre.

Pulang ke kos, dan melanjutkan proses tadi (+ memperbaiki beberapa error). Akhirnya setelah ditinggal makan mie di burjo depan pos kamling, proses ini selesai. Sejauh ini berjalan normal.. Horee..  bisa juga ternyata menyambungkan Daryna ke Hardy.

Detail ceritanya ntar aja, ini juga belum tidur..

*) btw, banyak juga kekecewaan yang kudapatkan.. ntarlah dilanjutin

Aku, Linux dan Kawin Cerai

Aku, Linux, dan Kawin CeraiSekitar libur Lebaran, aku cerai dengan Feisty, terus kawin dengan Gutsy. Ternyata rumah tangga kami tidak harmonis.., seringkali terjadi cekcok sebelum kami bisa “bercinta”. Akhirnya, terpaksa aku ceraikan juga si Gutsy. Aku cari pasangan yang emosinya lebih stabil, terbukti tangguh. Akhirnya pacaran dengan Debian, sampai akhirnya nikah dengan Debian.

Ternyata Debian ini terlalu tua untukku. Banyak “sifat – sifat”-ku yang belum dikenali oleh si Debian. Akhirnya aku kawin dengan adiknya yang lebih muda, Lenny namanya. Rumah tangga kami berjalan mulus untuk beberapa saat, sampai akhirnya aku khilaf dan selingkuh dengan si Unstable dari keluarga Debian juga. Akhirnya rusaklah hubungan kami.

Sadar aku khilaf, akhirnya aku mulai lagi hubunganku dari awal dengan Lenny. Mungkin udah keburu sakit hati, di tahap kedua ini Lenny justru seringkali gagal memahami beberapa “sifat”-ku. Saat sifatku yang satu dia “pahami”. Sifatku yang lain tidak dikenalinya. Puffhh.., saatnya cari istri baru sepertinya. Aku belum mau menyerah membina rumah tangga. Read more →