Engineering Physic UGM – Fisika Teknik UGM (Universitas Gadjah Mada – Jogja)

76 thoughts on “Engineering Physic UGM – Fisika Teknik UGM (Universitas Gadjah Mada – Jogja)”

  1. malah kalau di itb mah hampir 100% milih FTI sebagai pilihan pertama,,,,,,,jadi gak mungkinlah 80% milih TE dulu baru FTI…..GOBLOK BANGET…

  2. @rere:kalau di ugm yah hampir 70 % milih TF sbg pilihan pertama,,,,jadi kalimat terakhir tuh salah….

  3. @rere:mungkin anda juga tidak tahu kalau TF itu juga ada di LN contohnya di AS….malah disana penting bgt karena cakupannya luas

  4. wah, bapak belum baca yah
    >>
    setahuku ya,,, dosen elins ya dari prodi elins sendiri,, gag pernah ngambil dari dosen engineering…
    hanya,, dosen elins memang mengajar di beberapa prodi lainnya,,,
    >>

    S1 nya emang dari MIPA tapi S2-S3 pada ke ENgineering Pak, coba dilihat lagi dengan jelas.
    dosen dari Teknik juga ada di Elins dan Geofisika, kalo gak percaya coba dilihat website akademik UGM Pak *ini beneran dosen UGM atau hanya ngaku2 yah”.

    >>
    dan setahukuuuuuuu ya….
    tehnik itu mendukung kinerja ilmu murni,,,
    tugas orang2 dari tehnik adalah membuat teknologi atau alat-alat yang dibutuhkan oleh para ilmuan dari ilmu murni,,
    jadii,,,, kedua belah pihak ilmu emang diperluin,,,
    begitulah sekiranya,,,
    >>

    ya itu SEHARUSNYA…
    nyatanya memang kan antar prodi bersaing
    Kurikulumnya saja mirip, TA di teknik bisa sama isi dan judulnya dengan TA di MIPA
    seharusnya kan bisa dibedakan…ya nggak Pak?
    seperti di ITB, bedanya jelas antara kurikulum prodi di MIPA dan ENGINNERING
    😀

  5. itu secara filsafat Bung.
    ini dunia nyata Bung, ini bukan ilmu, tapi prodi, salah milih prodi bisa sulit cari kerja, kec. ortu loe kaya, gak sekolah juga gak papa, milih prodi apapun gak masalah…hehe

  6. secara umum saja boy
    kalau sama-sama oonnya, lebih laku mana Boy?
    jangan bandingin yang oon sama yg cerdas dong, gak adil tuh…hehehe

  7. Nama asli Teknik Fisika sebenarnya adalah Fisika Teknik (Engineering Physics bukan Physics Engineering). Jurusan ini dibawa para dosen Belanda yang dulu mengajar di ITB.Diubah menjadi Teknik Fisika karena dulu di ITB ada tuntutan agar semua Teknik menyeragamkan namanya dengan nama Teknik ada didepan. Tapi bagaimanapun, internal Teknik Fisika tetap pada pendirian. anak Teknik Fisika sering disebut FT (di ITB) dan Fistek (di UGM). Keduanya singkatan dari Fisika Teknik.

    Secara kurikulum, Fisika Teknik berperan menjadi jembatan bagi ilmu science (MIPA) dan ilmu Teknik. Teknik-teknik mapan meskipun selalu menyesuaikan diri, namun tetap tidak mampu mengcover setiap perkembangan yang ada. Disini Fisika Teknik bertugas mengcover ilmu-ilmu baru yang tidak mampu ditangani teknik-teknik mapan. Akhirnya di Indonesia mulai muncul keilmuan nanomaterial (FT ITB), Fotonika (Teknik Fisika ITS) dan Energi Terbarukan (Fistek UGM). Di Fisika Teknik, dalam 4 semester pertama akan dipelajari semua bidang teknik dan dasar matematika serta fisika yang sangat kuat. Dari Arsitek, Elektro, Komputer, Mesin, Kimia, kecuali Geologi. Apakah ini membuat mhs Fisika Teknik kurang expert?? Tentu saja tidak. Dengan mempelajari semuanya, mahasiswa dituntun untuk melihat potensi dan minat sebenarnya. Kemudian, baru ia memilih mana yang akan ia tekuni dalam 4 semester terakhir. Ada beberapa peminatan dalam dunia Teknik Fisika (saya mengambil dari perspektif UGM tapi secara umum sama)

    1. Instrumentasi dan Kontrol
    Ilmu ini adalah trademark Fisika Teknik di dunia industri. Kita akan belajar tentang mechanical dan electrical system sekaligus. Tugas utama seorang instrument/control engineer adalah mengontrol sistem proses industri. Contoh, Suatu industri kertas akan membuat kertas dengan tipis tertentu. ketipisan suatu kertas perlu dikendalikan untuk bisa didapatkan kertas dengan tipis yang diharapkan. Contoh lain adalah pengendalian robot-robot dalam dunia industri. Sub keahlian di bidang ini salah satunya adalah Komputasi. Komputasi disini lebih spesifik seperti aplikasi komputer pada Jaringan Syaraf tiruan, kecerdasan buatan, pengolahan citra digital, Interfacing (antar muka) instrumentasi. Programmable Logic Controller (PLC), pengelolaan data elektronik, sistem informasi manajemen dll. Fisika Teknik UGM memiliki ciri pada bidang telecontrolling atau pengendalian jarak jauh dan instrumentasi kedokteran. Di ITB lebih kuat instrumentasi industri. Elektronika juga menjadi salah satu sub keahlian bidang ini.

    2. Rekayasa dan Manajemen Energi (Terbarukan)
    Bidang ini akan mempelajari semua jenis energi alternatif baik terbarukan maupun tidak. Mulai dari energi matahari, angin, air, laut/gelombang, batubara, hidrogen power, fuel cell, biomassa sampai bioethanol. Mahasiswa dalam mengerjakan skripsi/tugas akhir biasanya langsung mendesain sistem energi terbarukan di suatu daerah berdasar pesanan.

    3. Fisika BAngunan dan Akustika
    Bidang ini mempelajari tentang kenyamanan termal dan akustik suatu bangunan. Bidang ini akan banyak bekerja sama dengan Arsitektur dalam bidang kerjanya. Di UGM, pembelajaran bidang ini dilakukan langsung ke masyarakat. Dimana mahasiswa diterjunkan langsung untuk menjadi konsultan/perancang sistem bangunan yang nyaman, hemat energi, tidak bising, tidak pengap dll. Perlu diketahui, untuk suatu interior ruang pertemuan, peletakan mic/speaker perlu diperhitungkan matang-matang dengan perhitungan matematika yang rumit tapi menyenangkan. Jika kamu masuk ke suatu gedung yang dari luar cantik tapi di dalam terasa bising, berarti arsiteknya tidak bekerja sama dengan ahli Akustika Fisika Teknik.

    4.Laser dan serat optik
    Seperti yang kita tahu, bidang ini banyak digunakan. Terlebih serat optik di bidang telekomunikasi. Dipelajari juga aplikasinya untuk komunikasi data, sistem wireless (nirkabel), laser untuk kedokteran dll. Bidang ini amat menarik karena memanfaatkan teknologi tinggi. Kedepan bidang ini akan sangat maju karena berbagai keuntungannya dalam pengiriman data/informasi. pengembangan mulai menyentuh pemanfaatan cahaya sebagai pembawa informasi (bayangkan jika cahaya bisa membawa informasi. Semuanya jadi serba cepat!!).

    Prospek Kerja Teknik Fisika :
    Dari uraian diatas Fisika Teknik jelas bisa memasuki semua area bidang kerja. Dengan keilmuan dasar yang sangat kuat, alumni Fisika Teknik sangat mudah mengembangkan diri termasuk menyeberang bidang keilmuan. Banyak teknik mapan yang kurang memperhatikan dasar. Pada akhirnya ketika teknologi semakin maju ia tidak mampu mengembangkan diri karena secara dasar kurang. Sebagai jembatan MIPA dan Teknik, dasar Fisika dan Matematika di Fisika Teknik sangat kuat, mungkin cuma kalah sedikit dari mahasiswa Matematika dan Fisika. Dalam beberapa perlombaan olimpiade teknologi Fisika, justru yang menjadi juara bukan mhs Fisika tapi dari Fisika Teknik.

    Lingkup kerja / Prospek Kerja Fisika Teknik meliputi : Telekomunikasi, Industri proses, petrokimia, minyak dan gas, energi, industri elektronika, teknologi informatika, kedokteran, pengendalian satelit dan peluru kendali, NASA, kontraktor bangunan, departemen energi, departemen pekerjaan umum, BATAN, departemen komunikasi dan informasi, kontraktor migas dan telekomunikasi, EPC, Konsultan umum dan migas, dosen di semua bidang teknik

  8. Halo pembaca !!
    Tulisan ini masih ada banyak sangkut pautnya dengan posting jurusan berprospek dan prospek Teknik Fisika tentunya. Makin lama, Teknik Fisika memang makin menarik. Banyak yang bertanya pada saya tentang posisi pasti aksi-aksi alumni Teknik Fisika. OK, tanpa berpanjang lebar, silakan langsung menikmati…

    1. Perminyakan dan Pertambangan
    Bidang ini adalah bidang yang palng banyak ditempati dan diminati lulusan-lulusan Teknik Fisika.Di Perminyakan, lulusan Teknik Fisika banyak menempati posisi sebagai Instrument engineer, Control Engineer, Process Engineer, Facility Engineer, dan Production Engineer. Jika anda mencari lulusan Teknik Fisika di suatu perusahaan perminyakan, maka carilah di posisi-posisi tersebut. Dijamin (terutama instrument engineer) akan banyak ditemukan lulusan Teknik Fisika

    2. Telekomunikasi dan Elektronika
    Dengan adanya spesialisasi di bidang Instrumentasi dan Kontrol, banyak pula lulusan Teknik Fisika yang mengadu peruntungannya di bidang-bidang tersebut. Kebanyakan, mereka beraksi di vendor-vendor yang ada. Contohnya di Yokogawa (banyak banget ni), Nokia atau Huawei. Namun tidak sedikit pula yang bekerja di operator telekomunikasi. Bahkan ada seorang alumni Teknik Fisika yang telah berhasil menjadi salah satu petinggi di salah satu operator Telekomunikasi terbesar di Indonesia.

    3. Teknologi Informasi
    Sekali lagi, dengan keberadaan keahlian Instrumentasi dan Kontrol, Teknik Fisika juga banyak melahirkan programmer-programmer handal. Ada pula yang sudah berhasil mendirikan perusahaan IT. Keahlian programming alumni Teknik Fisika biasanya sangat spesifik karena kesempatan belajarnya sendiri juga tidak terlalu banyak. Setidaknya tidak sebanyak mahasiswa Elektro, Informatika atau Ilmu Komputer. Namun justru itu yang menjadi keunggulan Teknik Fisika. Karena, meski hanya satu atau dua bahasa pemrograman, bahasa tersenut dikuasai sangat dalam. Perludiingat, banyak orang mampu menggunakan banyak bahasa pemrograman. Namun mereka jadi kurang fokus. Padahal yang dibutuhkan saat ini adalah yang spesifik.

    4. Energi
    Bidang ini memang tidak pernah mati. Selain perminyakan dan pertambangan, energi terbarukan adalah bagian yang banyak dirambah. Namun, karena sedikitnya peluang di dalam negeri, banyak yang menyerbu ke luar negeri dengan penghasilan yang amat sangat luar biasa besar. Selain itu, Teknik Fisika bisa dibilang penguasa tunggal bidang ini. Sampai saat ini, baru Teknik Fisika UGM dan ITS yang menyediakan kurikulum khusus bidang energi terbarukan. Saking tidak adanya pesaing, ada perusahaan multinasional bidang energi terbarukan yang SEMUA karyawannya adalah lulusan Teknik Fisika UGM (sampai saat ini). makin langkanya minyak bumi membuat karir di idang ini sangat menjanjikan. Bahkan, kalaupun anda hanya mau berkarir di Indonesia, itu bukan masalah yang besar. Karena saat ini saja, akan berdiri beberapa perusahaan energi terbarukan di Indonesa. Selain itu, beberapa perusahaan yang sudah mapan seperti MEDCO, PERTAMINA atau REKAYASA INDUSTRI juga akan melakukan ekspansi di bidang ini

    5. Pembangkit Listrik
    Tak bisa dipungkiri,pembangkit tetap menjadi primadona para lulusan Teknik Fisika. Banyak lulusan Teknik Fisika yang berkarir disini. Beberapa perusahaan tersebut antara lain PLN, Chevron Geothermal, Geodipa, Indonesia Power, Pembangkit PJB Paiton maupun Suralaya dll

    6. Industri Manufaktur, Petrokimia (pupuk, kimia,farmasi dll) dan Otomotif
    Industri ini membutuhkan sangat banyak instrument engineer. Tak heran, sebagian besar lulusan Teknik Fisika berkarir disini.

    7. Industri Kontraktor
    Kontraktor menjadi salah satu bidan yang sangat diminati lulusan Teknik Fisika. Industri Kontraktor disini meliputi Kontraktor Perminyakan, Kontraktor Bangunan, Konsultan Bangunan, Mekanikal Elektrikal. Yang paling tekenal tentu saja bidang HVAC (Heating, Ventilating and Air Conditioning). Sebuah bidang yang sudah membuat lulusan Teknik Fisika sangat dikenal.

    8. Berbagai Departemen
    Lulusan Teknik Fisika tidak hanya berkarir di bidang industri. Banyak juga yang berkarir di berbagai departemen. Contohnya Departemen Pekerjaan Umum, Departemen Energi, LIPI, BATAN, BPPT dll. Banyak dech…

    Ingat juga, menteri RISTEK kita berasal dari Teknik Fisika lho. Trus, sudah tahu susunan komisaris Pertamina yang baru?? Kalo tidak salah dari 9 (jumlah pasti lupa) ada 3 orang alumni Teknik Fisika. Teknik Fisika memang luar biasa. Siap bergabung ??

  9. Teknik Fisika atau Engineering Physics adalah disiplin ilmu yang tumbuh seiring dengan dan sebagai tanggapan terhadap perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi di dunia. Sejarah menunjukkan bahwa program pendidikan Teknik Fisika di seluruh dunia, khususnya di Amerika Serikat, Eropa dan Kanada, berkembang dimulai sejak tahun 1940-an setelah perguruan tinggi menyadari perlunya mendidik satu jenis pendidikan keinsinyuran yang mempunyai dasar yang kuat dan cukup luas terdiri dari ilmu-ilmu fisika dan matematika, serta dasar-dasar engineering sesuai dengan perkembangan terakhir. Disiplin baru ini diharapkan dapat menjembatani, mendekatkan dan turut serta dalam berbagai kegiatan riset ilmu-ilmu terapan yang mendukung pengembangan perekayasaan dan teknologi (engineering and technology).

    Pada saat ini, para lulusan disiplin-disiplin perekayasaan dan teknologi yang dikelola sesuai dengan pembagian disiplin ilmu-ilmu teknik secara tradisional umumnya menghasilkan lulusan dengan keahlian spesifik dan terspesialisasi. Hubungan antar disiplin perekayasaan dan teknologi tersebut dengan ilmu-ilmu dasar murni dan ilmu dasar terapan belum terjembatani. Adanya engineer yang dibekali dengan basis matematika dan fisika yang kuat dan cukup lebar dapat meningkatkan efisiensi dalam pelaksanaan R&D dan pemanfaatannya secara cepat di sektor-sektor industri dan dunia usaha. Program studi Teknik Fisika dengan demikian dapat memasuki seluruh tahap proses hulu ke hilir dalam aplikasi ilmu-ilmu dasar, ilmu-ilmu terapan hingga di sektor hilir pada pengembangan engineering dan pemanfaatan teknologi. Oleh karena fungsi, visi dan misinya, profesi Teknik Fisika sering disebut sebagai frontier engineering, dan mampu bergerak pada garis batas pengembangan teknologi baru yang memanfaatkan ilmu-ilmu dasar, matematika dan fisika.

    Disamping itu, perkembangan yang cepat dari teknologi mutakhir (advanced technologies) memerlukan insinyur-insinyur yang mempunyai kemampuan antar-disiplin dan mampu dengan cepat mengasimilasikan dirinya untuk memanfaatkan kemajuan-kemajuan terakhir dari ilmu pasti dan alam. Seorang mahasiswa Teknik Fisika akan mendapatkan bekal yang cukup ilmu-ilmu dasar (kimia, fisika dan matematika) serta ilmu-ilmu keteknikan dari berbagai cabang (teknik mesin, teknik elektro, teknik kimia, teknik material). Integrasi dari ilmu-ilmu pengetahuan ini sangat diperlukan untuk pengembangan teknologi tinggi, baik yang berlangsung saat ini maupun yang akan terjadi pada masa yang akan datang.

    Untuk menjawab kebutuhan tersebut, pendidikan Teknik Fisika pada strata pertama (S1) ditekankan pada penguasaan ilmu dasar sains dan engineering yang kokoh, sehingga lulusannya dapat berperan sebagai katalisator atau integrator/ koordinator/ fasilitator/ project leader dimana usaha-usaha yang bersifat multidisiplin dalam industri, penelitan dan pengembangan (R&D / research and development) dan kegiatan-kegiatan lainnya. Pada strata yang lebih tinggi (S2), program pendidikan diarahkan untuk memberikan bekal pada penguasaan ilmu-ilmu baru dan penerapannya dalam berbagai bidang kajian dan industri. Bidang-bidang kajian yang kini menjadi pilihan antara lain Computational Materials Science & Engineering, Optics and Fiber Optics, Laser Communication, Instrumentation and Computation Systems, Medical Instrumentations and Biophysics, Control System and Engineering, dan Built-in Environment, Vibration and Acoustics.

  10. Lulusan Teknik Fisika bekerja di berbagai industri sebagai insinyur profesional di bidang instrumentasi dan kontrol (instrumentation and control), akustik dan teknik pencahayaan (lighting), teknologi bahan (material science), serta tata udara (refrigeration and air conditioning), staf peneliti di bidang teknologi terapan, staf pengajar di institusi pendidikan. Kelebihan yang spesifik dari lulusan Teknik Fisika adalah kemampuannya untuk bekerja dengan sistem yang melibatkan secara simultan banyak aspek fisika dan teknik.

    Meskipun demikian, dunia industri di Indonesia pada umumnya hanya mengenal keahlian instrumentasi dan kontrol adalah keahlian dari alumni Teknik Fisika. Sehingga profesi insinyur instrumentasi (instrument engineer), insinyur pengendalian (control engineer), insinyur otomatisasi (automation engineer) dan lain-lainnya selalu ditempati oleh para insinyur lulusan Teknik Fisika.

    Industri yang menyerap lulusan Teknik Fisika :

    * Industri Rekayasa dan Konstruksi (EPC : Engineering, Procurement & Construction)

    Industri ini dimotori oleh perusahaan-perusahaan yang menangani rancang bangun suatu pabrik (plant) (contohnya: kilang minyak, pabrik petrokimia, pembangkit listrik), atau merancang bangun fasilitas produksi (contohnya: anjungan minyak dan gas lepas pantai, jalur produksi / perakitan otomatis, dll.). Rancang bangun ini dilakukan mulai dari atas kertas hingga mulai beroperasi.

    Dalam pengerjaan rancang bangun suatu pabrik atau fasilitas produksi ini, lulusan teknik fisika akan bekerja sama sangat erat dengan process engineer (biasanya lulusan teknik kimia). Process engineer akan merancang dan menentukan alur proses dan unit-unit pemroses apa saja yang diperlukan, dan menuangkannya dalam process flow diagram serta P&ID (piping and instrument diagram). Sebagai instrument engineer, lulusan teknik fisika kemudian akan memberi input dan memfasilitasi otomatisasinya dengan diantaranya :

    1. Merancang dan atau memilih alat ukur besaran proses yang sesuai (mis.: orifice DP flowmeter atau ultrasonic flowmeter?)

    2. Merancang dan atau memilih final control element (mis.: menentukan kapasitas, karakteristik dan material dari control valve)

    3. Mendiskusikan dan menentukan strategi kontrol yang tepat (mis.: proses bersifat sequential atau kontinu?)

    4. Merancang sistem pengaman proses (process safety/safeguarding system) (mis.: safety logic diagram, cause and effect diagram)

    5. Merancang dan atau memilih implementasi teknologi otomasi yang sesuai (mis.: menggunakan PLC atau DCS?)

    6. Memfasilitasi agar representasi besaran-besaran proses tersedia di layar monitor control room (mis.: gambar pompa warna merah berarti pompa tersebut trip, dll.)

    7. Mengkaji P&ID beserta dokumen terkait lainnya dalam HAZOP (hazard & operability studies) bersama-sama process engineer, piping engineer, mechanical engineer, operation engineer, maintenance engineer, safety engineer, dll. untuk mengidentifikasi dan memperbaiki kekurangan yang ada sebelum disain dari pabrik atau fasilitas produksi dibangun. (mis.: apakah tersedia alarm proses, alarm kebocoran gas, alarm kebakaran, emergency shutdown, dll. yang sesuai?)

    Interface dengan piping engineer dan mechanical engineer (lulusan teknik mesin) juga diperlukan untuk menentukan karakteristik dari material instrumentasi, menentukan cara penempatannya di perpipaan dan tanki / unit proses, dll. Sedangkan interface dengan electrical engineer (lulusan elektro arus kuat) diperlukan untuk memfasilitasi tersedianya indikasi dan alarm alat produksi (pompa, kompresor, turbin, dll.) di control room.

    Berikut adalah beberapa nama perusahaan nasional maupun multinasional yang bergerak dalam bidang rancang bangun pabrik dan fasilitas produksi yang banyak memiliki insinyur instrumentasi didalamnya: PT Tripatra, PT Rekayasa Industri, PT McDermott Indonesia, PT IKPT, PT Amec Berca, PT KBR Indonesia, PT Gunanusa Fabricator, PT. Technip, PT CeriaWorley, PT Pertafenikki, PT Saipem, dll. Untuk melihat contoh aktivitas pekerjaan apa saja yang dilakukan dapat dilihat di website masing-masing, seperti : tripatra.com, technip.com, etc.

    * Industri Produk Sistem Instrumentasi dan Integrator Sistem

    Industri ini dimotori oleh perusahaan-perusahaan yang memproduksi sistem instrumentasi dan kontrol (vendor) maupun perusahaan yang bersifat melakukan perancangan sistem kendali pabrik terintegrasi. Adanya produksi instrumentasi dengan berbagai jenis merek, memungkinkan suatu pabrik menggunakan sistem instrumentasi dan kontrol dengan merek yang berbeda-beda dimulai dari lapangan sampai ke tingkat manajemen parbik. Dibutuhkan suatu usaha untuk mensinkronkan kerja dari alat-alat tersebut supaya berfungsi dengan baik dan optimal. Suatu perusahaan bisa murni melakukan pekerjaan integrasi sistem ataupun melakukan pekerjaan integrasi sistem sekaligus menjual produk instrumentasi. Berikut adalah beberapa nama perusahaan nasional maupun multinasional yang bergerak sebagai supplier dan service provider perangkat instrumentasi dan kontrol, dan banyak memiliki insinyur instrumentasi didalamnya: PT Yokogawa Indonesia, PT Widya Pandu Ekatama, PT Control System Indonesia, PT Transavia Otomasi Pratama, PT Wifgasindo Dinamika Instrument Engineering, PT Somit Karsa Trinergi, dll. Untuk melihat contoh perangkat instrumentasi dan kontrol, website vendor induknya dapat dilihat, seperti : emersonprocess.com, yokogawa.com, etc.

    * Industri Pengolahan dan Manufaktur

    Pabrik atau fasilitas produksi yang sudah berjalan memerlukan insinyur instrumentasi dan kontrol untuk melakukan perawatan, penyelesaian masalah ataupun perancangan sistem baru yang akan ditambahkan pada pabrik atau fasilitas produksi. Hal ini karena semua industri sekarang menggunakan otomatisasi sebagai bagian integral dari unit proses atau fasilitas produksi. Tanpa otomatisasi atau instrumentasi pabrik atau fasilitas produksi akan menjadi sangat tidak efisien dan seringkali membahayakan.

    Industri pengolahan dan manufaktur memiliki banyak ragam, mulai industri hulu hingga hilir seperti : industri minyak dan gas, industri pupuk, industri semen, industri makanan dll. Industri manufaktur memiliki banyak ragam dari mulai industri manufaktur elektronika, manufaktur kendaraan bermotor (mobil/motor), manufaktur peralatan industri, dll. Berikut adalah beberapa nama perusahaan nasional maupun multinasional yang memiliki pabrik atau fasilitas produksi dan banyak memiliki insinyur instrumentasi didalamnya: PT ExxonMobil Oil Indonesia, PT Chevron Indonesia, PT. Total E&P Indonesie, PT Pertamina E&P, PT Medco Indonesia, PT Pupuk Kaltim, PT Chandra Asri, PT Asahimas Chemical, PT Semen Gresik, PT Unilever Indonesia, PT Panasonic Indonesia, PT Astra International, dll

  11. Fisika Teknik emang solusi tepat bagi bangsa Indonesia. Dia bisa masuk ke segala bidang. Energi, listrik, oil & gas, manufactur, material dan lainnya dilahap juga oleh Fisika Teknik.

    Anda mau memajukan Indonesia dengan Ilmu manajemen ????
    Jangan harap..!!! Ingat negeri ini butuh EFEKTIFITAS bujan EFISIENSI. Setidaknya semua jurusan teknik (yang benar2 teknik) adalah solusi terbaik..!!!

    BANZAAAAIII..!!!!

  12. Reks,

    Perkenalkan saya alumni TF dr ITS. Memang kalo masih kuliah itu bawaannya bangga atas almamater jurusannya masing-masing “Jurusan saya mempelajari ini & itu lho”. Tetapi sebenarnya kalo di tempat kerja itu yang dibutuhkan spesialisasi. Says, anak teknik fisika yang ngambil study instrument, ya harus tahu betul detail instrument itu gimana? Jangan kita bangga mempelajari ini & itu secara general saja. Coz klo sampean test kerjo sampean bakalan di test spesialisasi disiplin anda tersebut. Nah klo anda tahu process, piping ato mechanical itu hanya sekedar nilai plus saja dibandingkan kompetitor saat test kerja sesama Instrument Engineer. Jadi kita tajamkan spesialisasi disiplin kita setelah itu kita kembangkan keilmuan kita terhadap disiplin yang lain. Ojo diwolak-walik!! Karena dalam pekerjaan, kita bekerja dengan team. Team yang handal terdiri dari individu-individu dengan spesialisasi yang tajam tersebut. Jangan pernah bangga sampean melajari keilmuan sing akeh mau, terus ketika ditanyain detail orang, sampean jawab “wah saya hanya tahu globalnya saja pak, untuk detailnya saya belum tahu”. Ato ketika sampean ditanya process tahu tapi ditanya detail instrument nggak tahu MALAH DADI NGISIN-NGISINI!!! Nggak ada nilai jualnya sama sekali!!

    Salam seduluran,
    Hendro Wibisono
    -yang lagi nyangkul di Yemen LNG-

  13. mas okto, ni anak cuma copy paste dari blok ku.
    sialan ni anak ngaku2. wakakak…

    mas, gimana kabarnya ??
    ak tertindas di thailand. huhuhu

  14. Wolah.. itu co-pas dari blog mu toh. .Ha..h.a.. Gak jauh – jauh ternyata.
    Kemaren ada yg masukin ke kaskus juga lho, tapi nyebutin kalo dptnya dari sini.. 😛

    Lah kok bisa tertindas di Thailand? Kamu main2 di bawah truk toh? Lah yo pantes kelindes..

  15. emang link kaskusnya apa mas ???

    yo wis gakpopo, orang mahasiswa baru dimaklumi aja. cuma gak tau apa2 kok dia 😀

    emang link kaskus apa mas ??
    kalo kemaren di EDU kaskus ada trit resmi teknik fisika, pake link ke blogku kok 🙂

  16. jangan ada istilah kejebak duk,,,
    toh yang milih masuk ke prodi tertentu pasti punya pertimbangan masing-masing n udah ngeliat gimana sih prodi itu sebenernya,,,
    ===
    coba deh lu liat forum.elins.org, beberapa gw baca merasa kejebak karna mengira elins itu di Teknik karena namanya.

    setahuku ya,,, dosen elins ya dari prodi elins sendiri,, gag pernah ngambil dari dosen engineering…
    hanya,, dosen elins memang mengajar di beberapa prodi lainnya,,,
    ===
    ini ngawur lagi
    mau buktinya..lihat di http://acadstaff.ugm.ac.id
    ada Pak Moh. Nukman, ST, M.Sc di MIPA GEofisika
    dan Pak M. Idham Ananta Timur, ST, M.Kom di MIPA Elins

    mohon kalau komen diteliti dulu Mas …
    peace 🙂

  17. Setuju banget ama komen-komen diatas, FT sekarang merupakan suatu kebutuhan bagi bangsa kita untuk maju karena sebagai jembatan antara ilmu murni dan ilmu rekayasa, kita anak-anak FT bisa melakukan pekerjaan engineer sekaligus scientist ato researcher. Keilmuan yang luas juga membuka peluang kita untuk tidak hanya bekerja untuk orang lain tapi juga mempekerjakan orang lain alias membuka lapangan kerja baru sehingga bisa mengurangi tingkat pengangguran di negara kita, kan sayang tuh kita punya banyak bibit-bibit unggul namun karena lapangan kerja tidak sebanyak calon pekerjanya jadinya para bibit unggul tersebut tidak dimaksimalkan potensinya. VIVAT FT!

  18. Dear all, knt ku sdg cari karyawan utk posisi teknisi dgn syarat sbb :

    Pria/Lulus Instrumentasi/Akademi Teknik Medis/Teknik Fisika/Elektronika/Lebih disukai yang paham mikrokontroler/tulis gaji yang diinginkan.

    Kirim lamaran via POS max 15 April 2011 ke :

    Direktur CV.RIZKY
    Jl.Prapanca No.59-61
    Gedongkiwo – Jogjakarta 55142

    Buruan… 5 pendaftar pertama akan diprioritaskan.

    Best regards,
    Dewi

  19. Dear kakak2 semua, melihat komen2 di atas saya jdi tambah termotivasi nih utk terjun ke teknik fisika, pokoknya snmptn 2013 nanti tekfis akan jdi pilihan pertama saya, cuma yg saya masih bingung antara ITB atau UGM, itu aja ..

    Terus yg saya pengen tanyain ke kakak FT semua, bisa gak sih alumni FT menjadi seorang entrepreneur/berwirausaha (*bukan wirausaha restoran, properti dsb loh), yaitu tentunya yg terkait dgn keilmuan yg didapet di FT misal membuat lembaga penelitian swasta mungkin, atau mendirikan pabrik industri baru??
    karena saya pikir, memang sih peluang alumni FT utk bersaing di dunia kerja itu amat mudah, dikarenakan kebutuhan industri yg banyak sedangkan jumlah lulusan FT yg amat sedikit, apalagi kalau di bawah naungan nama besar kayak ITB, UGM & ITS, tapi apa kita nggak berfikir lebih besar lagi utk membuat pekerjaan dan bukan hanya mencari pekerjaan??

    Bukankah dgn bid ilmu Teknik Fisika yg amat luas itu kita juga bisa berfikir dan bertindak lebih luas juga, gak hanya utk kepentingan dapur rumah pribadi (dan kepentingan dapur pabrik industri juga tentunya), tapi juga utk kepentingan masyarakat yg lebih luas, terlebih lagi dlm rangka mengurangi dan mengantisipasi jumlah ‘sarjana pengangguran’ di indonesia yg jumlahnya menurut banyak sumber, sampai juli 2012 mencapai 493 ribu org ..

    Mohon kakak semua utk jawabannya serta tanggapannya, dan mohon maaf kalo ada salah kata, trims 🙂

  20. Hai…. Untuk jadi entrepreneur ya bisa banget apalagi kalau di bidang ke-teknikan. Soalnya kalau dengar2 cerita dari alumni yg jadi entrepreneur (di luar bidang engineering), skill teknis itu justru jadi no.2, mental jadi pengusaha itu yang lebih utama.

    Adik kelasku sendiri, Tatag dkk dari mahasiswa udah bikin perusahaan di bidang engineering, dan sampe sekarang masih jalan. Ini website perusahaannya -> http://www.miconos.co.id

    Untuk soal tempat kuliah, semua punya kelebihan dan kekurangan masing – masing. Krn aku dari UGM, ya pastinya aku nyaranin UGM.. 😛

    Semoga sukses SMPTN nya.. 😉

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *