TheJakartaPost.com – Redevelop, Redesign & Get Defaced ?

Ok.. ok.., gak usah protes, memang gak di deface kok. Cuma diselipkan tulisan saja. Awalnya saya baru tahu kalau web The Jakarta Post baru ganti desain dari blognya bung Aria Rajasa. Iseng – iseng lihat webnya, dan penasaran situs ini dibangun pakai apa. Seperti biasa, saya lakukan cara kuno buat tahu apa engine dibelakang web ini (bahasanya apa, frameworknya, atau CMS nya) yaitu dengan memberi halaman error. Eh taunya malah “saya jadi berita” di situs ini.

The Jakarta Post

Ini bukan hasil rekayasa skrinsut. URL-nya? Maaf, saya tidak bisa memberikan URL nya, takutnya malah disalahgunakan untuk yang aneh – aneh.

Mungkin developernya agak sedikit khilaf 😛 saja. Mudah – mudahan segera diperbaiki.

Btw, TheJakartaPost sudah mulai berbenah juga berarti, mengikuti jejak Kompas.com dan OkeZone.com, saya masih menunggu pendahulu mereka yang satu itu untuk berbenah juga (atau memang tidak akan ya?).

Perang media online
semakin seru tampaknya. Anda ikut?

25 Comments

  1. Wanjrid, beneran bisa valid euy.
    Eh, itu okto silaban blogger tertampan tapi photonya madam ivan?
    Ini tampan tapi hom*k yah?

    *stater mio, kabur sekeuncengnya..*

  2. dari /user gw udah bisa ngira2 enginenya apa 🙂
    begitu pula dengan menemukan garland/logo.png jadi tambah yakin apa yang mereka digunakan
    *mudah2an saya tertipu*

  3. @Ben : Yaps.. bener.. Drupal is the best lah untuk portal pokoknya..

    @Abe : *naik ninja.. kejar pria hom*k yang lari naik Mio… 😀

    @idban : he..he, bener

    @manda : ada hubungannya gitu nda? Kalau mau banyak komentarnya, ngeblognya harusnya di blogdetik.com ituh.., liat tuh Maia Ahmad, rame kan komentarnya.. 1 post aja bisa 500-an comment.. Kayakyna ini yang bikin server mereka down terus.., ha..ha

  4. @seocontest : ah… anda kurang teliti rupanya. Coba masuk ke kanal – kanal mereka, di tiap kanal ada icon rss nya, di pojok atas, dekat tulisn Today’s Paper.

  5. @Pitra : Ahh.. saya tak sanggup bikin web hebat kaya gitu :D, itu nyisipinnya gak di node mana – mana kok.., di path biasa malah. Dari mereka sendiri. Kalo module nya sih aku saya kurang tahu. Belum sempat memperhatikan..

  6. @Thomas Arie : Tak salah kalau aku sempat mendalami Drupal..

    @Didats : dikit.. :D. Ajarin? Ah.. Om Didats sok merendah..

    @Adham : XSS apaan om? Aku taunya CSS doang… 😉

  7. Wah, kalo headline-nya kayak skrinsyut itu, The Jakarta Post langsung didepak dari persaingan media online dong~

    Huehehehe…

  8. @Adhi : woo.. kebalik pras. Dia justru dipuja – puja, karena berani memposting tentang seorang figur penguasa media online masa depan.. *hua…ha…ha

    @iorme : Bukannya kalau makin gede perusahaannya harusnya memang pake CMS? Jadi kalo gal pake cms pake apa dong?

    @Pak Nukman : Welah.. pada ikutan juga pak? 😀 Btw, ditunggu nih pak makan – makan blog baru dan kantor barunya..

  9. daripada malu, mendingan Jakarta Post ngakunya itu emang fitur untuk user partcipation ala web2.0 : setiap orang bisa jadi headline di koran ternama 🙂

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *